Impian
dan Cita-cita Menjadi Dokter
Oleh : Nurul Suhartini
Di suatu sore, sepulang dari
mengaji, Nashwa duduk termenung di teras rumah. Sahabatnya, Zira, datang
menghampiri.
“Kenapa kamu terlihat termenung,
Nashwa?” tanya Zira.
Nashwa menarik napas pelan. “Aku
memiliki impian yang besar sejak lama, Aku ingin menjadi dokter agar bisa
membantu banyak orang yang sakit. Tapi aku takut… biaya sekolah dokter sangat
mahal, sedangkan kamu tahu keadaan keluargaku”
Zira duduk di sampingnya dan
tersenyum lembut. “Impian besar selalu memang tidak selalu mudah di raih, tapi
bukan berarti tidak mungkin, mulailah dari langkah kecil. Kamu bisa mulai dari
belajar dengan sungguh-sungguh.”
“Menurutmu aku masih bisa
mencapainya?” tanya Nashwa ragu.
“Tentu saja bisa, banyak orang
berhasil karena tidak menyerah. Ada beasiswa, ada bantuan pendidikan. Yang
penting kamu terus berusaha dan tidak berhenti bermimpi,” jawab Zira.
Nashwa terdiam sejenak, lalu
tersenyum. “Jadi langkah kecilku sekarang adalah belajar lebih giat?”
“Benar,” kata Zira. “Langkah
kecil hari ini bisa membawa kamu lebih dekat ke impianmu.”
Sejak hari itu, Nashwa berjanji
pada dirinya sendiri untuk terus melangkah, sedikit demi sedikit, dan tidak
menyerah menuju impiannya menjadi seorang dokter.
Biodata Penulis
Nama lengkap : Nurul Suhartini, S.Pd.SD,.M.Pd
Alamat : Aikmel Timur, Lombok Timur, NTB
Judul
:
Impian dan Cita-cita Menjadi Dokter
Nomor urut naskah : 6
Pernyataan
penulis
Penulis bersedia melakukan revisi jika naskah belum sesuai dengan
kriteria penerbit. Apabila tidak melakukan revisi pada tenggang waktu yang
diberikan maka revisi naskah akan dilakukan oleh pihak penerbit.
Lombok Timur, 06 Maret 2026
Nurul Suhartini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar